Minggu, 19 Maret 2017

Etika Bisnis

BAB I
PENDAHULUAN
Etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan buruk serta hak dan kewajiban moral (akhlak). Bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan (bidang usaha). Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu.
Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan serta pemimpin dalam membangun hubungan yang adil dan sehat. Etika bisnis dapat menjadi standar dan pedomanbagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan dijadikan sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan secara profesional.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain
1.      Pengendalian diri
Pelaku bisnis harus mampu mengendalikan diri masing- masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
2.      Pengembangan tanggung jawab
Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan dengan jalan memberikan sumbangan melainkan lebih komplek lagi.
3.      Mempertahankan jati diri
Informasi dan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemahcdan tidak kehilangan budaya yang dimiliki.
4.      Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah.
5.      Menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan
Dunia bisnis seharusnya tidak hanya memikirkan keuntungan dimasa sekarang namun harus memikirkan dima mendatang.
Faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah etika bisnis ;
1.      Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi
2.      Tekanan persaingan
3.      Pertentangan antara nilai – nilai perusahaan / perseorangan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Norma dan etika dalam pemasaran
1.      Etika pemasaran dalam konteks produk
a.       Produk yang dibuat berguna dan dibutuhkan masyarakat.
b.      Produk yang dibuat berpotensi ekonimi dan benefit.
c.       Produk yang dibuat bernialai tambah tinggi
d.      Produk yang didapat memuaskan masyarakat.
2.      Etika pemasaran dalam konteks harga
a.       Harga diukur dengan kemampuan daya beli.
b.      Perusahaan mencari margin laba yang layak.
c.       Harga dibebani cost produksi yang layak.
3.      Etika pemasaran dalam konteks distribusi
a.       Barang dijamin keamanan dan keutuhannya.
b.      Konsumen mendapat pelayanan cepat dan tepat.
4.      Etika pemasaran dalam konteks promosi
a.       Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar.
b.      Sebagai sarana untuk membangun image positif
c.       Tidak ada unsur manipulasi
d.      Tidak mengecewakan konsumen
B.     Norma dan etika dalam produksi
Kegiatan produksi berarti membuat niali manfaat atas suatu barang dan jasa. Kegiatan produksi mempunyai fungsi menciptakan barang dan jasa. Oleh karena itu, biasanya perusahaan menekankan agar produk yang dihasilkan mengeluarkan biaya murah melalui pendayaan sumber yang dibutuhkan, didukung dengan inovasi dan kreatifitas yang tinggi.
Hukum harus dijadikan sarana pencegahan bagi pelaku bisnis, perilaku pelaku bisnis yang dapat membahayakan masyarakat dalam memproduksi barang atau jas harus dijerat dengan norma – norma hukum sehingga masyarakat umum tidak dirugikan dan pemerintah juga ikut membina pelaku bisnis agar memiliki moral dan etika bisnis yang baik.
C.     Norma dan etika dalam manajemen sumber daya
Sumber daya manusia menempati ruang kegiatan seleksi dimana etika benar – benar penting. Konsep penanaman niali – nilai etika lebih menekankan pada aktifitas yang membantu karyawan dalam pembuatan keputusan, menyediakan nasihat dan konsultasi. Sumber daya manusia mempunyai peran penting dalam menjaga keseimbangan antara penanam nilai – nilai etika dan pemenuhan etika tersebut.
Langkah sebagai perencanaan strategi konsep etika, yaitu :
1.      Menetukan standar etika yang ingin ditanamkan.
2.      Mengidentifikasi faktor etika.
3.      Mengidentifikasi prosedur, kompetensi yang diperlukan.
4.      Mengintegrasikan konsep dalam strategi bisnis.
5.      Mengembangkan langkah yang konkret yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan konsep etika yang dijalankan.
D.    Pasar dan perlindungan konsumen
Pengertian pasar adalah dimana pembeli dan penjual saling berinteraksi untuk menentukan harga jual. Dalam pendekatan pasar terhadap perlindungan konsumen, keamanan konsumen dilihat sebagai produk yang paling efisien bila disediakan melalui mekanisme pasar bebas dimama penjual memberikan tanggapan terhadap permintaan konsumen,
Adapun kewajiban konsumen intuk melindungi kepentingannya ataupunprodusen yang melindungi kepentingan konsumen, sejumlah teori berbeda tentang tugas etis produsen telah dikembangkan, masing – masing menekankan keseimbangan yang berbeda antara kewajiban konsumen pada diri mereka sendiri dengan kewajiban produsen pada konsumen meliputi pandangan kontrak, pandangan due cure dan pandangan biaya sosial.
E.     Etika iklan
Etika periklanan diindonesia diatur dalam etika pariwara indonesia ( EPI ). EPI menyusun pedoman tata krama periklanan melalui dua tatanan :
1.      Tata krama ( code of cunducts )
Metode penyebarluasan pesan periklanan kepada masyarakat, yang bukan tentang unsur efektivitas, estetika dan seleranya. Adapun ketentuan yang dibahas:
a.       Tata krama isi iklan
b.      Tata krama raga iklan
c.       Tata krama pemeran iklan
d.      Tata krama wahana iklan
2.      Tata cara ( code of practices )
Hanya mengatur praktek usaha para pelaku periklanan dalam memanfaatkan ruang dan waktu iklan yangadil bagi semua pihak yang saling berhubungan.
Adapun asas umum yang EPI jadikan dasar :
1.      Jujur, benar, dan bertanggung jawab
2.      Bersaing secara sehat
3.      Melindungu dan menghargai kalayak, tidak merendahkan agama, budaya, negara, dan golongan, serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

F.      Privasi konsumen
Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar supaya sukar dicapai oleh orang lain.

  
BAB III
KESIMPULAN
            Dari penjelasan diatas kita dapat menegtahui apa saja yang menjadi etika dalam memasarkan produk, membuat produk, manajemen sumber daya manusia. Dalam memasarkan produk tentu ada ketentuan – ketentuan yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan yang ada. Dalam membuat suatu produk pun kita tidak boleh menjiplak produk perusahaan lain dan harus memiliki ciri khas sendiri atau identitas sendiri agar menjadi unik. Dalam manajemen sumber daya manusia harus mengelola dengan baik para pekerja yang ada dari segi jam kerja, gaji dll.
















Refrensi
m-r-a-a.weebly.com/home/norma-dan-etika-dalam-pemasaran-produksi-manajemen-sdm-dan-financial
tatautamibrawijayaairlangga.blogspot.com/2013/11/tugas-etika-bisnis-norma-dan-etika.html?m=1
nurulkhasaanah.blogspot.com/2015/10/norma-dan-etika-dalam-pemasaran.html?m=1


Tidak ada komentar:

Posting Komentar